Tampilkan postingan dengan label Tahun Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahun Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2018

Tahun Politik dan Sejumlah Indikator Perekonomian

Tahun Politik masih memiliki banyak imbas ke dunia ekonomi dan perdagangan di Indonesia. Imbas dari adanya tahun politik ini sangat berpengaruh ke peforma ekonomi di Indonesia. Memang ada begitu banyak kebijakan baru yang membuat ekonomi beberapa waktu terakhir meningkat, namun perlu dilihat juga beragam untung rugi dalam menerapkan berbagai kebijakan yang ada.

Tahun Politik
Tahun Politik
kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun lebih dari 10% pada 2008, 2013, 2015, dan 2018. Namun, anjloknya IHSG tersebut disebabkan oleh faktor global. Krisis 2008 disebabkan oleh krisis finansial di Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada berbagai negara lainnya. Krisis pada 2013 disebabkan oleh taper tantrum akibat rencana Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuan dan mengakhiri stimulus ekonominya. Adapun gejolak di pasar keuangan sepanjang tahun ini lebih dipengaruhi oleh isu perang dagang (trade war) antara AS dan Tiongkok.

Akankah tahun politik ini akan membuat kinerja ekonomi jauh lebih baik atau malah biasa-biasa saja? Kita semua mengharapkan opsi pertama, karena bagaimanapun kegiatan ekonomi dijalankan oleh seluruh masyarakat dan melibatkan ratusan juta masyarakat. Apapun momennya, ekonomi harusnya menjadi satu prioritas yang tak boleh ditinggalkan.

Jumat, 09 November 2018

Investasi Energi di Tahun Politik

Tahun Politik dan apa dampak lebih lanjut dengan berbagai hal yang lain? Ini adalah pertanyaan yang ditanyakan oleh ribuan orang terkait adanya kebijakan yang bersifat populis di tahun politik. Selain kebijakan ekonomi, dampak yang bisa terlihat yakni investasi di sektor energi. Iklim dari investasi ini benar-benar mengalami pergeseran selama tahun politik. Jika ditarik ke belakang, investasi sektor energi terus alami penurunan. Tahun 2014, investasi sektor energi bisa mencapai US$ 33,5 miliar. Setahun berikutnya turun US$ 32,3 miliar. Lalu, tahun 2016 hanya US$ 29,7 miliar. Sedangkan tahun 2017 hanya US$ 27,5 miliar.

Tahun Politik
Tahun Politik
Group Chief Economist BP Global Spencer Dale mengatakan yang paling penting bagi Indonesia adalah menjaga kestabilan demokrasi. Itu adalah kunci utama yang dimiliki Indonesia untuk menarik investasi. Apalagi, investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) sifatnya jangka panjang. “Mereka berpikir bukan tentang tahun depan atau dua tahun, tapi 20 atau 30 tahun mendatang,” ujar dia.

Sementara itu, selama semester I tahun 2018, realisasi investasi mencapai US$ 9,4 miliar. Perinciannya, sektor energi baru terbarukan US$ 0,75 miliar, mineral dan batu bara US$ 0,79 miliar, ketenagalistrikan US$ 2,83 milar; minyak dan gas bumi (migas) US$ 5,11 miliar.

Jadi, apakah iklim investasi energi ini mengalami pergeseran karena terjadi di tahun politik? Tentu saja perlu dilihat lebih jauh dampaknya.