Sabtu, 22 Desember 2018

Balita Indonesia Harus Jauh dari Bahaya Stunting

Balita Indonesia yang mengalami stunting memiliki angka yang cukup tinggi. Hal ini nyatanya menjadi tamparan tersendiri bagi pemerintah karena bagaimanapun stunting berarti sesuatu yang menghambat upaya menaikkan kesejahteraan dan kesehatan dari awal usia.

Balita Indonesia
Balita Indonesia
Lebih dari sepertiga atau sekitar 8,8 juta balita mengalami masalah gizi di mana tinggi badannya di bawah standar sesuai usianya. Stunting tersebut berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Prevalensi stunting/kerdil balita Indonesia ini terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara di bawah Laos yang mencapai 43,8%.
Namun, berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) 2017, balita yang mengalami stunting tercatat sebesar 26,6%. Angka tersebut terdiri dari 9,8% masuk kategori sangat pendek dan 19,8% kategori pendek. Dalam 1.000 hari pertama sebenarnya merupakan usia emas bayi tetapi kenyataannya masih banyak balita usia 0-59 bulan pertama justru mengalami masalah gizi.

Bagaimana menyelesaikan ini? Pemerintah memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan permasalahan klasik ini, hal yang sama juga perlu diubah yakni bagaimana membuat program yang mampu menjangkau ke seluruh masyarakat, serta meningkatkan gizi masyarakat bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar